Langsung ke konten utama

Ini Dia Beda Sarung Jok dengan Jok Paten

Apakah perbedaan antara sarung jok dengan jok paten? Tidak sedikit para pemilik mobil yang belum mengetahui apa itu sarung jok dan jok paten. Hal ini terbukti dari beberapa orang yang bertandang ke bengkel, tetapi merasa bingung sendiri jika dihadapkan kepada tipe-tipe cover di atas. Di satu sisi ingin memilih sarung jok, namun di sisi lainnya merasa bimbang apakah cover tersebut memang benar-benar sesuai untuknya.

Memang benar, pada dasarnya antara sarung jok dan jok paten mempunyai fungsi yang sama yaitu sebagai cover pada jok mobil. Menariknya, ada beberapa perbedaan yang dimiliki oleh keduanya antara lain :

beda-sarung-jok-paten.jpg

Sarung Jok

Istilah sarung jok merujuk kepada cover yang tidak bersifat permanen. Jadi dalam penerapannya, sarung ini cukup diselimutkan saja menutupi jok tanpa Anda harus repot melepaskan cover jok bawaan mobil terlebih dahulu. Itulah kenapa beberapa orang juga sering menyebut cover ini sebagai sarung jok nonpaten.

Ketika Anda membeli sebuah sarung jok, penjual akan membuatkan sarung yang memiliki ukuran dan bentuk sesuai dengan spesifikasi jok tersebut. Hal ini dikarenakan setiap jok mobil mempunyai ukuran, bentuk, dan pola lekuk yang berbeda-beda. Biasanya sarung jok ini dilengkapi dengan pengait berupa tali karet, kancing, atau resleting yang berguna untuk memasangkannya ke jok.

Meskipun praktis dan lebih murah, sayangnya sarung jok mempunyai beberapa kekurangan. Di antaranya yaitu bentuknya tidak bisa persis mengikuti setiap lekukan busa sehingga jok yang dipasangi sarung ini akan kelihatan datar-datar saja. Sarung jok juga bisa merusak cover jok asli jika pengait yang menyertainya berkualitas rendah dan menimbulkan gesekan yang kasar.

Jok Paten

Sementara itu, istilah jok paten adalah cover yang dapat digunakan untuk mengganti cover standar mobil Anda. Cara pemasangan cover jok paten ini yaitu Anda perlu melepas cover jok bawaan terlebih dahulu, kemudian pasanglah cover ini. Kebanyakan jok paten terbuat dari bahan synthetic serta genuine leather.

Perancangan jok paten juga umumnya dilakukan dengan sangat teliti sehingga bentuknya persis seperti jok. Jadi jok paten ini mampu menutupi jok dengan sempurna. Semua lekukan jok mobil akan tetap terlihat sehingga kesan yang ditampilkannya pun jauh lebih bagus daripada Anda menutupi jok menggunakan sarung. Tetapi Anda jangan kaget kalau ternyata harga jok paten ini jauh lebih mahal.

Perbedaan

Di bawah ini perbedaan-perbedaan antara sarung jok dan jok paten, yaitu :

  1. Dalam pemasangannya, sarung jok cukup diselimutkan ke kursi jok menutupi cover bawaan. Sedangkan untuk memasang jok paten, Anda harus melepas cover bawaan terlebih dahulu, barulah kemudian jok paten ini dipasang.
  2. Kesan yang ditampilkan oleh jok paten lebih bagus daripada sarung jok. Jok paten mampu mempertahankan desain jok dengan sempurna. Sementara sarung jok hanya menutupi jok saja sehingga tampilannya pun terlihat datar.
  3. Harga rata-rata jok paten di pasaran Indonesia jauh lebih mahal bila dibandingkan dengan harga sarung jok.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inilah Perbedaan Pengiriman Barang dari Jepang ke Indonesia

  Pengiriman barang dari Jepang ke Indonesia dapat dilakukan melalui beberapa metode, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangan. Berikut adalah perbedaan utama dalam metode pengiriman yang dapat Anda pertimbangkan: 1. Pengiriman Udara Kecepatan : Pengiriman udara adalah metode tercepat, biasanya memakan waktu antara 2 hingga 7 hari kerja. Cocok untuk barang yang perlu segera sampai. Biaya : Biaya pengiriman udara umumnya lebih tinggi dibandingkan metode lain, terutama untuk barang dengan berat yang lebih besar. Keamanan : Pengiriman udara memiliki tingkat keamanan yang tinggi, dengan risiko kerusakan atau kehilangan barang yang lebih rendah. Batasan Barang : Beberapa barang mungkin tidak diperbolehkan untuk dikirim melalui udara, terutama barang berbahaya atau yang mudah terbakar. 2. Pengiriman Laut Biaya : Pengiriman laut biasanya lebih ekonomis untuk barang dalam jumlah besar atau berat, dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan pengiriman udara. Waktu : Pengiriman laut leb...

Perbedaan Pengiriman Barang dari Indonesia ke China via Udara dan Laut

  Pengiriman barang dari Indonesia ke China dapat dilakukan melalui dua jalur utama, yaitu jalur udara dan jalur laut. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan pengiriman, jenis barang, dan anggaran yang tersedia. 1. Kecepatan Pengiriman Jalur udara merupakan pilihan tercepat. Pengiriman barang ke China melalui pesawat biasanya memakan waktu antara 1 hingga 5 hari kerja, tergantung kota tujuan di China dan layanan yang digunakan. Sementara itu, pengiriman via laut jauh lebih lambat, dengan estimasi waktu antara 10 hingga 30 hari. Ini karena kapal laut bergerak lebih lambat dan biasanya melalui rute yang lebih panjang, ditambah waktu bongkar muat di pelabuhan. 2. Biaya Pengiriman Biaya menjadi salah satu faktor utama dalam memilih jalur pengiriman. Pengiriman melalui udara cenderung lebih mahal, terutama untuk barang dengan berat atau volume besar. Sebaliknya, pengiriman via laut jauh lebih ekonomis untuk barang dalam juml...

Perbedaan Pengiriman Barang ke Hongkong Pakai Pesawat dan Kapal

  Pengiriman barang dari Indonesia ke Hongkong dapat dilakukan melalui dua jalur utama, yaitu menggunakan pesawat udara (air cargo) dan kapal laut (sea freight) . Masing-masing metode memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan tergantung pada jenis barang, anggaran, dan urgensi pengiriman. 1. Kecepatan Pengiriman Penggunaan pesawat jelas unggul dari sisi kecepatan. Pengiriman barang ke Hongkong lewat jalur udara biasanya hanya memerlukan 1–3 hari kerja hingga barang tiba di Hongkong, tergantung dari rute dan jadwal penerbangan. Ini sangat cocok untuk barang yang sifatnya mendesak, mudah rusak, atau bernilai tinggi. Sementara itu, pengiriman lewat kapal memerlukan waktu yang jauh lebih lama, yaitu sekitar 1–3 minggu , tergantung pelabuhan keberangkatan, pelabuhan tujuan, dan kondisi operasional pelayaran. Oleh karena itu, metode ini lebih cocok untuk barang dalam jumlah besar yang tidak membutuhkan pengiriman cepat. 2. Biaya Pengiriman Dari segi biaya, peng...