Langsung ke konten utama

Perbedaan Agregat Halus dan Agregat Kasar

Apakah perbedaan antara agregat halus dan kasar? Bagi para pekerja di bidang konstruksi dan bangunan, Anda pasti tidak asing dengan material yang namanya agregat. Yap, agregat dikenal sebagai salah satu bahan yang sangat penting untuk membuat adukan beton. Agregat berfungsi sebagai bahan pengisi adukan beton yang kemudian diikat oleh semen.

Berdasarkan ukurannya, agregat dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu agregat kasar dan agregat halus. Agregat kasar pada dasarnya tidak akan menembus ayakan berlubang 4,8 mm (SII.0052,1980) atau 4,75 mm (ASTM C33,1982) atau 5,0 mm (BS.812,1976). Sebaliknya agregat halus justru akan menembus ayakan berlubang 4,8 mm (SII.0052,1980) atau 4,75 mm (ASTM C33,1982) atau 5,0 mm (BS.812,1976).

Selain perbedaan utama di atas, antara agregat kasar dengan agregat halus juga masih mempunyai perbedaan-perbedaan yang cukup mencolok.

Agregat Kasar

perbedaan-agregat-kasar.jpg

Agregat kasar yang banyak dipakai untuk pembuatan beton yaitu batu pecah serta kerikil. Batu pecah dibuat oleh manusia dengan memecahkan batu menggunakan alat-alat tertentu sehingga ukurannya menjadi lebih kecil dan bentuknya pun bersudut. Berbeda dengan kerikil yang terbentuk oleh alam melalui proses pergeseran. Kerikil biasanya memiliki bentuk bulat atau bulat tidak beraturan. Beton yang terbuat dari batu pecah mempunyai kualitas yang lebih baik daripada kerikil.

Agregat kasar yang baik memiliki ciri-ciri yaitu butirannya keras dan tidak berpori. Kandungan lumpur di dalamnya juga tidak ada karena berpengaruh terhadap kekuatannya. Bentuk agregat yang bersudut lebih disukai sebab menyisakan celah-celah di antara tumpukan agregat yang sangat kecil.

Agregat Halus

perbedaan-agregat-halus.jpg

Agregat halus yang sering digunakan dalam membuat beton yakni pasir. Menurut proses kejadiannya, ada dua jenis pasir antara lain pasir alam dan pasir buatan. Pasir alam terbentuk secara alami dari peristiwa pelapukan batuan. Sedangkan pasir buatan dibuat oleh manusia menggunakan alat-alat berat yang berfungsi untuk memecah batu sehingga ukurannya berubah menjadi sangat halus. Syarat pasir yang baik yaitu butirannya tajam, bersifat keras dan kekal, serta bersih dari lumpur dan sampah.

Perbedaan

Jadi apa bedanya agregat halus dan agregat kasar? Jawabannya adalah agregat halus akan menembus ayakan yang mempunyai lubang berukuran 4,8 mm (SII.0052,1980), 4,75 mm (ASTM C33,1982), atau 5,0 mm (BS.812,1976). Berbeda dengan agregat kasar yang tidak akan menembus ayakan-ayakan yang memiliki lubang dengan ukuran tersebut. Perlu diketahui SII, ASTM, dan BS adalah standar-standar yang biasa dipakai dalam konstruksi bangunan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inilah Perbedaan Pengiriman Barang dari Jepang ke Indonesia

  Pengiriman barang dari Jepang ke Indonesia dapat dilakukan melalui beberapa metode, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangan. Berikut adalah perbedaan utama dalam metode pengiriman yang dapat Anda pertimbangkan: 1. Pengiriman Udara Kecepatan : Pengiriman udara adalah metode tercepat, biasanya memakan waktu antara 2 hingga 7 hari kerja. Cocok untuk barang yang perlu segera sampai. Biaya : Biaya pengiriman udara umumnya lebih tinggi dibandingkan metode lain, terutama untuk barang dengan berat yang lebih besar. Keamanan : Pengiriman udara memiliki tingkat keamanan yang tinggi, dengan risiko kerusakan atau kehilangan barang yang lebih rendah. Batasan Barang : Beberapa barang mungkin tidak diperbolehkan untuk dikirim melalui udara, terutama barang berbahaya atau yang mudah terbakar. 2. Pengiriman Laut Biaya : Pengiriman laut biasanya lebih ekonomis untuk barang dalam jumlah besar atau berat, dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan pengiriman udara. Waktu : Pengiriman laut leb...

Perbedaan Pengiriman Barang dari Indonesia ke China via Udara dan Laut

  Pengiriman barang dari Indonesia ke China dapat dilakukan melalui dua jalur utama, yaitu jalur udara dan jalur laut. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan pengiriman, jenis barang, dan anggaran yang tersedia. 1. Kecepatan Pengiriman Jalur udara merupakan pilihan tercepat. Pengiriman barang ke China melalui pesawat biasanya memakan waktu antara 1 hingga 5 hari kerja, tergantung kota tujuan di China dan layanan yang digunakan. Sementara itu, pengiriman via laut jauh lebih lambat, dengan estimasi waktu antara 10 hingga 30 hari. Ini karena kapal laut bergerak lebih lambat dan biasanya melalui rute yang lebih panjang, ditambah waktu bongkar muat di pelabuhan. 2. Biaya Pengiriman Biaya menjadi salah satu faktor utama dalam memilih jalur pengiriman. Pengiriman melalui udara cenderung lebih mahal, terutama untuk barang dengan berat atau volume besar. Sebaliknya, pengiriman via laut jauh lebih ekonomis untuk barang dalam juml...

Perbedaan Pengiriman Barang ke Hongkong Pakai Pesawat dan Kapal

  Pengiriman barang dari Indonesia ke Hongkong dapat dilakukan melalui dua jalur utama, yaitu menggunakan pesawat udara (air cargo) dan kapal laut (sea freight) . Masing-masing metode memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan tergantung pada jenis barang, anggaran, dan urgensi pengiriman. 1. Kecepatan Pengiriman Penggunaan pesawat jelas unggul dari sisi kecepatan. Pengiriman barang ke Hongkong lewat jalur udara biasanya hanya memerlukan 1–3 hari kerja hingga barang tiba di Hongkong, tergantung dari rute dan jadwal penerbangan. Ini sangat cocok untuk barang yang sifatnya mendesak, mudah rusak, atau bernilai tinggi. Sementara itu, pengiriman lewat kapal memerlukan waktu yang jauh lebih lama, yaitu sekitar 1–3 minggu , tergantung pelabuhan keberangkatan, pelabuhan tujuan, dan kondisi operasional pelayaran. Oleh karena itu, metode ini lebih cocok untuk barang dalam jumlah besar yang tidak membutuhkan pengiriman cepat. 2. Biaya Pengiriman Dari segi biaya, peng...