Langsung ke konten utama

Ini Bedanya Kelabang dan Kaki Seribu

Apakah perbedaan kelabang dan kaki seribu? Antara kaki seribu dan kelabang sama-sama termasuk di dalam subfilum Myriapoda. Subfilum ini sendiri tergolong dalam filum Arthropoda di kingdom Animalia. Ciri khas binatang yang ada di subfilum Myriapoda ialah memiliki postur tubuh yang panjang dan kaki yang jumlahnya banyak. Myriapoda juga tidak mempunyai kemampuan untuk menutup lubang pernapasannya sehingga ia tidak tahan berada di daerah yang panas.

Subfilum Myriapoda tersusun atas beberapa famili/keluarga. Dua di antaranya yang paling terkenal adalah Centipede atau Kelabang serta Millipede atau Kaki Seribu. Jika diperhatikan dengan seksama, kedua famili binatang ini mempunyai karakteristik tubuh yang sangat berbeda. Namun karena bentuknya yang menggelikan, banyak orang yang enggan mengamati kelabang dan kaki seribu secara jelas. Akibatnya mereka pun masih salah kaprah dengan menganggap kalau kelabang dan kaki seribu adalah sama.

Kelabang atau Lipan (Centipede)

kelabang-dan-kaki-seribu.jpg

Di beberapa daerah, kelabang biasa disebut pula sebagai lipan. Hewan ini memiliki postur tubuh yang panjang dan agak pipih. Ia memiliki dua kaki di masing-masing ruas tubuhnya. Cara berjalannya yaitu dengan memajukan kaki kiri dan kaki kanan secara bergantian. Kelabang merupakan binatang yang beracun. Ia akan menggigit saat berburu mangsanya atau mempertahankan diri. Kelabang juga memiliki antena sebagai indera peraba. Di bagian ujung ekornya terdapat pula sepasang kaki yang ukurannya seperti antena tersebut. Hal ini sangat membantu kelabang untuk melakukan kamuflase.

Kaki Seribu atau Luwing (Millipede)

kaki-seribu-dan-kelabang.jpg

Kaki seribu sering pula disebut dengan istilah luwing di beberapa daerah di Indonesia. Hewan ini sama sekali tidak beracun karena ia merupakan herbivora yang memakan tumbuh-tumbuhan. Postur tubuhnya panjang dan membulat. Ia mempunyai empat kaki di masing-masing ruas badannya. Gaya berjalannya cukup unik dengan mengangkat kaki kanan dan kaki kiri secara bersama-sama. Ukuran antena yang dimilikinya agak pendek. Untuk melindungi dirinya, kaki seribu akan menggulungkan diri dan mengeluarkan cairan yang berbau menyengat.

Perbedaan

Berikut ini faktor-faktor yang membedakan antara kelabang dan kaki seribu :

  1. Kelabang adalah binatang karnivora dan kaki seribu merupakan binatang herbivora.
  2. Kelabang mempunyai racun, tetapi kaki seribu sama sekali tidak beracun.
  3. Kelabang memiliki postur tubuh yang agak pipih, berbeda dengan kaki seribu yang membulat.
  4. Kelabang mempunyai dua kaki di masing-masing ruas tubuhnya, sedangkan kaki seribu memiliki empat kaki.
  5. Kelabang berjalan dengan mengangkat kaki kanan dan kaki kiri secara bergantian, namun kaki kelabang secara bersama-sama.
  6. Kelabang mempertahankan diri dengan menggigit musuh, sementara kaki seribu akan menggulungkan diri dan menyemprotkan cairan yang berbau.
  7. Kelabang dilengkapi dengan antena yang ukurannya lebih panjang dibandingkan antena milik kaki seribu.
  8. Kelabang mempunyai kaki yang panjang mirip antena di bagian ujung ekornya, tapi kaki seribu tidak memilikinya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inilah Perbedaan Pengiriman Barang dari Jepang ke Indonesia

  Pengiriman barang dari Jepang ke Indonesia dapat dilakukan melalui beberapa metode, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangan. Berikut adalah perbedaan utama dalam metode pengiriman yang dapat Anda pertimbangkan: 1. Pengiriman Udara Kecepatan : Pengiriman udara adalah metode tercepat, biasanya memakan waktu antara 2 hingga 7 hari kerja. Cocok untuk barang yang perlu segera sampai. Biaya : Biaya pengiriman udara umumnya lebih tinggi dibandingkan metode lain, terutama untuk barang dengan berat yang lebih besar. Keamanan : Pengiriman udara memiliki tingkat keamanan yang tinggi, dengan risiko kerusakan atau kehilangan barang yang lebih rendah. Batasan Barang : Beberapa barang mungkin tidak diperbolehkan untuk dikirim melalui udara, terutama barang berbahaya atau yang mudah terbakar. 2. Pengiriman Laut Biaya : Pengiriman laut biasanya lebih ekonomis untuk barang dalam jumlah besar atau berat, dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan pengiriman udara. Waktu : Pengiriman laut leb...

Perbedaan Pengiriman Barang dari Indonesia ke China via Udara dan Laut

  Pengiriman barang dari Indonesia ke China dapat dilakukan melalui dua jalur utama, yaitu jalur udara dan jalur laut. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan pengiriman, jenis barang, dan anggaran yang tersedia. 1. Kecepatan Pengiriman Jalur udara merupakan pilihan tercepat. Pengiriman barang ke China melalui pesawat biasanya memakan waktu antara 1 hingga 5 hari kerja, tergantung kota tujuan di China dan layanan yang digunakan. Sementara itu, pengiriman via laut jauh lebih lambat, dengan estimasi waktu antara 10 hingga 30 hari. Ini karena kapal laut bergerak lebih lambat dan biasanya melalui rute yang lebih panjang, ditambah waktu bongkar muat di pelabuhan. 2. Biaya Pengiriman Biaya menjadi salah satu faktor utama dalam memilih jalur pengiriman. Pengiriman melalui udara cenderung lebih mahal, terutama untuk barang dengan berat atau volume besar. Sebaliknya, pengiriman via laut jauh lebih ekonomis untuk barang dalam juml...

Perbedaan Pengiriman Barang ke Hongkong Pakai Pesawat dan Kapal

  Pengiriman barang dari Indonesia ke Hongkong dapat dilakukan melalui dua jalur utama, yaitu menggunakan pesawat udara (air cargo) dan kapal laut (sea freight) . Masing-masing metode memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan tergantung pada jenis barang, anggaran, dan urgensi pengiriman. 1. Kecepatan Pengiriman Penggunaan pesawat jelas unggul dari sisi kecepatan. Pengiriman barang ke Hongkong lewat jalur udara biasanya hanya memerlukan 1–3 hari kerja hingga barang tiba di Hongkong, tergantung dari rute dan jadwal penerbangan. Ini sangat cocok untuk barang yang sifatnya mendesak, mudah rusak, atau bernilai tinggi. Sementara itu, pengiriman lewat kapal memerlukan waktu yang jauh lebih lama, yaitu sekitar 1–3 minggu , tergantung pelabuhan keberangkatan, pelabuhan tujuan, dan kondisi operasional pelayaran. Oleh karena itu, metode ini lebih cocok untuk barang dalam jumlah besar yang tidak membutuhkan pengiriman cepat. 2. Biaya Pengiriman Dari segi biaya, peng...