Langsung ke konten utama

3 Perbedaan Susu Kental Manis dan Susu Bubuk

Siapa nih yang doyan banget meminum susu? Selain karena rasanya yang lezat dan nikmat, susu pun kaya akan manfaat. Susu menyimpan nutrisi yang begitu banyak yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Protein, karbohidrat, kalsium, vitamin, mineral, dan lemak banyak terdapat di dalam segelas susu. Oleh sebab itu, terdapat istilah 4 sehat 5 sempurna yang mana susu akan menyempurnakan asupan gizi yang kita peroleh dari sajian hidangan.
Untungnya kita bisa membeli produk susu dengan mudah. Sudah banyak penjual produk susu di Indonesia. Sayangnya susu ini memiliki ketahanan yang tidak terlalu lama. Susu yang baru diperah harus segera diminum waktu itu juga. Kalau dibiarkan, susu ini mudah basi. Hal ini lalu mendorong para produsen susu untuk menciptakan produk baru yang dapat disimpan dalam waktu yang lebih lama. Dua di antaranya yaitu susu kental manis dan susu bubuk.
susu-kental-manis-bubuk.jpg
Susu Kental Manis
Pembuatan susu kental dilakukan dengan menghilangkan sebagian kadar air yang terkandung di dalam susu melalui proses penguapan (evaporasi) hingga mencapai tingkat kepekatan tertentu. Jadi bisa dipastikan kalau susu kental manis mengandung nilai gizi yang berbeda dari susu segar. Bahkan kandungan vitaminnya sangat rendah. Proses penguapan tersebut membuat banyak nutrisi yang ada di dalam susu kental manis menghilang.
Perlu diketahui, susu kental manis memang tidak ditujukan untuk pemenuhan gizi, melainkan sekadar campuran bahan makanan dan minuman. Susu kental manis mengandung gula dan lemak yang sangat tinggi. Hal ini membuatnya awet saat disimpan sebab di sini gula mampu mencegah tumbuhnya mikroba. Susu kental manis juga tidak dianjurkan untuk diberikan kepada bayi dan anak-anak karena banyak mengandung gula.
Susu Bubuk
Susu bubuk terbuat dari susu segar yang dikeringkan melalui proses tertentu menggunakan spray dryer atau roller dryer. Proses ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan daya tahan susu ketika disimpan. Faktanya adalah susuk bubuk yang disimpan dengan baik dan benar mampu bertahan hingga lebih dari 2 tahun. Beberapa varian susu bubuk juga sengaja diberi tambahan zat-zat lain seperti lemak dan protein untuk memperkaya gizinya
Namun sayangnya karena telah diolah melalui mekanisme yang sangat panjang, kandungan gizi di dalam susu bubuk lebih rendah daripada susu segar. Setidaknya susu segar harus melalui tahap evaporasi, tahap homogenisasi, dan tahap pengeringan supaya berubah wujud menjadi susu bubuk. Proses ini juga membuat rasa dan aroma susu bubuk banyak mengalami perubahan. Inilah mengapa produsen susu biasanya menambahkan bahan-bahan perasa seperti cokelat dan vanila.
PERBEDAAN
Berikut ini perbedaan-perbedaan antara susu kental manis dengan susu bubuk, antara lain :
  1. Susu kental manis umumnya dijual dalam kemasan kaleng. Sedangkan susuk bubuk tersedia dalam kemasan kotak kardus.
  2. Pembuatan susu kental manis dilakukan melalui proses evaporasi. Berbeda dengan susu bubuk yang dibuat melalui proses evaporasi, homogenisasi, dan pengeringan.
  3. Susu kental manis ditujukan hanya untuk campuran makanan dan minuman. Tidak disarankan memberikannya kepada bayi. Sementara itu, susu bubuk lebih aman diberikan kepada bayi asalkan sesuai.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inilah Perbedaan Pengiriman Barang dari Jepang ke Indonesia

  Pengiriman barang dari Jepang ke Indonesia dapat dilakukan melalui beberapa metode, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangan. Berikut adalah perbedaan utama dalam metode pengiriman yang dapat Anda pertimbangkan: 1. Pengiriman Udara Kecepatan : Pengiriman udara adalah metode tercepat, biasanya memakan waktu antara 2 hingga 7 hari kerja. Cocok untuk barang yang perlu segera sampai. Biaya : Biaya pengiriman udara umumnya lebih tinggi dibandingkan metode lain, terutama untuk barang dengan berat yang lebih besar. Keamanan : Pengiriman udara memiliki tingkat keamanan yang tinggi, dengan risiko kerusakan atau kehilangan barang yang lebih rendah. Batasan Barang : Beberapa barang mungkin tidak diperbolehkan untuk dikirim melalui udara, terutama barang berbahaya atau yang mudah terbakar. 2. Pengiriman Laut Biaya : Pengiriman laut biasanya lebih ekonomis untuk barang dalam jumlah besar atau berat, dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan pengiriman udara. Waktu : Pengiriman laut leb...

Peluang Ekspor Ikan Tropis Indonesia ke Italia yang Terus Meningkat

  Italia merupakan salah satu negara di Eropa yang memiliki konsumsi ikan tinggi. Hidangan laut seperti spaghetti alle vongole , grilled tuna steak , hingga risotto ai frutti di mare menjadi bagian penting dari kuliner khas negeri tersebut. Dengan permintaan yang besar dan beragam jenis produk perikanan, peluang ekspor ikan tropis Indonesia ke Italia terbuka sangat lebar. Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan dengan keanekaragaman hayati laut yang melimpah. Jenis ikan tropis seperti tuna, cakalang, mahi-mahi, kakap merah, dan kerapu memiliki nilai jual tinggi di pasar Eropa, terutama Italia. Ikan-ikan tersebut banyak digunakan oleh restoran Italia untuk hidangan segar, olahan beku, maupun produk siap saji. Selain itu, produk hasil laut Indonesia dikenal memiliki kualitas daging yang tebal, rasa gurih alami, dan warna daging yang menarik. Hal ini menjadikannya kompetitif dibandingkan produk dari negara lain seperti Filipina atau Thailand. Beberapa pelaku industri Italia bah...

Perbedaan Pengiriman Barang dari Indonesia ke China via Udara dan Laut

  Pengiriman barang dari Indonesia ke China dapat dilakukan melalui dua jalur utama, yaitu jalur udara dan jalur laut. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan pengiriman, jenis barang, dan anggaran yang tersedia. 1. Kecepatan Pengiriman Jalur udara merupakan pilihan tercepat. Pengiriman barang ke China melalui pesawat biasanya memakan waktu antara 1 hingga 5 hari kerja, tergantung kota tujuan di China dan layanan yang digunakan. Sementara itu, pengiriman via laut jauh lebih lambat, dengan estimasi waktu antara 10 hingga 30 hari. Ini karena kapal laut bergerak lebih lambat dan biasanya melalui rute yang lebih panjang, ditambah waktu bongkar muat di pelabuhan. 2. Biaya Pengiriman Biaya menjadi salah satu faktor utama dalam memilih jalur pengiriman. Pengiriman melalui udara cenderung lebih mahal, terutama untuk barang dengan berat atau volume besar. Sebaliknya, pengiriman via laut jauh lebih ekonomis untuk barang dalam juml...